Imunisasi adalah proses memasukkan sejenis antibodi ke dalam tubuh untuk meningkatkan sistem imun terhadap penyakit. Imunisasi merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari berbagai macam penyakit. Umumnya, kegiatan imunisasi atau vaksinasi dilakukan sejak bayi untuk membentuk kekebalan tubuhnya, ada 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan pada anak.
a. Vaksin hepatitis B
Vaksin hepatitis B paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian injeksi vitamin K1. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K.
Bayi yang lahir dari ibu HbsAg positif dapat diberikan vaksin hepatitis B dan HBIg pada ekstremitas yang berbeda. Ini dilakukan untuk mencegah infeksi perinatal yang beresiko tinggi terhadap hepatitis B kronik. Vaksinasi hepatitis B selanjutnya dapat menggunakan vaksin hepatitis B monovalen atau vaksin kombinasi
b. Vaksin polio
Pada saat bayi lahir atau saat dipulangkan, bayi harus diberikan vaksin polio oral (OPV-0). Selanjutnya, polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan dengan vaksin polio oral (OPV) atau inaktivasi (IPV).
Setidaknya, bayi perlu mendapatkan satu dosis vaksin polio IPV. Fungsi vaksin polio ini adalah untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit polio myelitis.
c. Vaksin BCG
Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum anak usia 3 bulan dan lebih optimal lagi jika diberikan pada umur 2 bulan. Fungsi vaksin BCG ini adalah untuk memberikan kekebalan terhadpa penyakit tuberkulosis (TBC).
Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji antibodi pada bayi. Pasalnya, kekebalan yang diperoleh anak nantinya tidak mutlak 100%. Jadi, ada kemungkinan anak akan menderita penyakit TBC ringan, tetapi tetap terhindar dari TBC berat.
d. Vaksin DPT
Vaksin DPT pertama diberikan paling cepat pada saat bayi berumur 6 minggu. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun, jenis vaksin DPT yang diberikan harus vaksin Td dan diberikan vaksin booster setiap 10 tahun. Hal ini berguna untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
e. Vaksin campak
Imunisasi campak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat bayi berusia 9 bulan, 2 tahun, dan pada saat SD kelas 1, untuk membentuk kekebalan terhadap penyakit campak. Anak yang telah mendapat imunisasi MMR umur 15 bulan tidak perlu diberikan imunisasi campak saat umur 2 tahun.
Selain kelima jenis imunisasi di atas, masih ada banyak jenis vaksin lainnya seperti vaksin pneumokokus, vaksin rotavirus, vaksin varicella, vaksin influenza, vaksin tifus, vaksin hepatitis A dan vaksin human papilloma virus (HPV). Jenis-jenis vaksin ini tidak diwajibkan, tetapi tetap direkomendasikan supaya kekebalan tubuh anak semakin kuat.